RESUME MATERI 4 KROMOSOM DAN GENOM
Nama : Cindy Farera Claudia
NPM : 21025010226
Kelas :
C025
Mata Kuliah :
Biologi Molukuler
RESUME
MATERI IV
KROMOSOM DAN GENOM
Kromosom
adalah struktur dalam sel yang mengandung materi genetik atau DNA (asam
deoksiribonukleat). Setiap kromosom terdiri dari satu molekul panjang DNA yang
dililit pada protein-protein khusus yang disebut histon, membentuk struktur
yang disebut kromatin. Kromosom terlihat lebih jelas saat sel mempersiapkan
untuk membelah, karena DNA terpilin dan terorganisir dengan baik. Fungsi utama
kromosom adalah menyimpan, mereplikasi, dan mentransmisikan informasi genetik
dari satu generasi sel ke generasi sel berikutnya. Gen-gen, yang merupakan
bagian dari DNA, adalah unit dasar pewarisan sifat yang mengodekan instruksi
untuk sintesis protein dan mengendalikan berbagai aspek fenotip (sifat-sifat
yang terlihat). Kromosom juga memainkan peran penting dalam regulasi ekspresi
genetik dan memastikan pembagian sel yang tepat selama pembelahan sel.

Gambar
Sel Eukariotik dan Sel Prokariotik
Perbedaan antara Sel
Eukariotik dan Prokariotik:
·
Struktur Sel:
Prokariotik:
Sel prokariotik tidak memiliki inti sel yang terpisah. DNA berbentuk lingkaran
terletak dalam sitoplasma.
Eukariotik:
Sel eukariotik memiliki inti sel yang jelas, di mana DNA disimpan. Inti sel
dikelilingi oleh membran inti (nukleus).
·
Ukuran dan Keberagaman Struktur:
Prokariotik:
Sel prokariotik biasanya lebih kecil dan sederhana, dengan struktur yang lebih
terbatas. Mereka biasanya berbentuk bulat atau batang.
Eukariotik:
Sel eukariotik lebih besar dan kompleks, dengan berbagai macam struktur
internal seperti organel sel (misalnya, mitokondria, kloroplas, dan lisosom)
·
Organel Sel:
Prokariotik:
Sel prokariotik memiliki sedikit organel sel. Mereka memiliki ribosom (untuk
sintesis protein), namun tidak memiliki organel sel lain seperti mitokondria
atau kloroplas.
Eukariotik:
Sel eukariotik memiliki banyak organel sel yang berfungsi untuk berbagai proses
seluler. Misalnya, mitokondria bertanggung jawab untuk respirasi sel, sedangkan
kloroplas melakukan fotosintesis pada sel tumbuhan.
Struktur Kromoso terdiri
dari:
Kinetokor:
terdapat di sentromer sebanyak 2 buah pada masing2 kromatid tempat melekatnya
benang spindel.
Mikrotubulus:
benang2 yang menempel pada kinetokor yang menarik kromatid ke arah berlawanan
shg terpisah menjadi 2 kromosom yang identik saat pembelahan sel.
Satelit:
bagian yang terbentuk akibat daerah penyempitan kedua
Kromosom:
kumpulan nukleosom yang menggulung sgt rapat (kondensasi).
Nukleosom:
DNA yang melilit protein histon (H2A-2B, H3,H4): 8 histon.
Histon H1:
menghubungkan antar nukleosom (tdk dililit DNA).
Aberasi
kromosom, atau disebut juga kelainan kromosom, merujuk pada perubahan abnormal
dalam struktur atau jumlah kromosom. Ini dapat terjadi sebagai hasil dari
berbagai proses seperti mutasi, kesalahan selama pembelahan sel, atau faktor
lingkungan. Beberapa jenis aberrasi kromosom meliputi:
Delesi:
Bagian kromosom hilang, yang dapat mengakibatkan kehilangan gen penting dan
menyebabkan gangguan genetik seperti sindrom Cri du Chat.
Duplikasi:
Terjadi ketika bagian kromosom mengalami duplikasi, menghasilkan salinan
tambahan dari sebagian atau seluruh kromosom. Ini bisa menyebabkan kelainan
genetik seperti sindrom Duplikasi 15q.
Inversi:
Segmen kromosom diputar secara terbalik, tetapi tidak ada kehilangan materi
genetik. Inversi dapat terjadi dalam dua bentuk: pericentric (melibatkan
sentromer) atau paracentric (tidak melibatkan sentromer).
Translokasi:
Pergeseran sebagian atau seluruh bagian kromosom ke kromosom non-homolog atau
ke lokasi lain di kromosom yang sama. Translokasi dapat menjadi penyebab utama
beberapa penyakit genetik dan kanker.
Aneuploidi:
Keadaan di mana sel memiliki jumlah kromosom yang tidak normal, seperti trisomi
(tiga salinan kromosom) atau monosomi (satu salinan kromosom). Contoh terkenal
aneuploidi adalah sindrom Down (trisomi 21).
Refrensi:
Aziz, I. R. (2019). Kromosom tumbuhan sebagai marka genetik. Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi, 13(2).
Yanti, L. (2015). ABERASI KROMOSOM
METAFASE DAN INTERFASE SEL LIMFOSIT PADA AWAK PENERBANGAN, SUATU KAJIAN AWAL.
Bulletin ALARA, 17(2), 51-57.