RESUME MATERI 2 KONSTITUSI GENETIK
Nama :
Cindy Farera Claudia
NPM :
21025010226
Kelas :
C025
Mata Kuliah :
Biologi Molukuler
RESUME
MATERI II
KONSTITUSI
GENETIK
Jasad
hidup secara umum dapat dibedakan menjadi jasad hidup non selular dan jasad
hidup selular. Jasad hidup non selular merupakan javad hidup yang tidak memniki
sel seperti virus dan bakteriofag. Jasad hidup selular merupakan jasad hidup
yang memiliki sel, baik unicelular maupun multiselular seperti hewan tingkat
tinggi dan tanaman tingkat tinggi. Jasad non seluar yaitu virus merupakan
partikel yang terdiri dari DNA atau RNA yang diselubungi protein (kapsid).
Klasifikasi virus berdasarkan inangnya yaitu virus hewan, virus bakteri, dan
virus tanaman. Virus tidak memiliki sel, ma- ka untuk mempertahankan hidup
harus tinggal di inang atau mahluk hidup. Virus sekarang ini telah digunakan
umuk kepemingan praktis sebagai senjata biologis me- dis dan pengobatan kanker.
Jasad
hidup selular dapat digolongkan menjadi sel prokariot dan sel eukariot berda-
sarkan struktur dan organisasi sel. Sel prokariot merupakan sel tanpa membran
inti, sedangkan sel eukariot merupakan sel yang memiliki membran inti. Sel
prokariot dapar ditemui di bakteri dan sianobakteria yang memiliki ciri ukuran
sel 1-10 mm pada organisme uniselular. Sel eukariot ditemukan pada hewan,
Fungi, dan manusia yang me- miliki ciri ukuran 5-100 mm pada organisme multiselular.
Sel
dapat membelah dan menurunkan informasi genetiknya yang dibawa oleh DNA.
Fragmen DNA mengkode protein dengan suatu unit keturunan atau gen. Beberapa gen
dalam molekul DNA dibungkus membentuk kromosom, Informasi yang tersimpan di
dalam kromosom disebut genom. Asam nuklear berupa DNA dan RNA merupakan senyawa
makromolekul berupa polimer yang tersusun atas unit-unit monomer nukleotida
(Baktir etal., 2023), DNA atau aram deoksiribonukleat merupakan asam nukleat
tergolong biomolekul utama penyusun berat kering organisme yang letaknya di
inti sel. DNA menjadi penyimpan materi genetik pada tiap organisme kecuali
virus. RNA atau aram ribonukleat merupakan bahan genetik yang juga berperan
dalam ekspresi genetik. RNA menjadi peramara informasi dari DNA dan ekspresi
fenotipik yang diwujudkan dalam protein.
Gen
merupakan unit pewarisan sipat yang bentuk fisiknya yaitu urutan DNA, Gen
menjadi bagian DNA yang menentukan dalam produksi protein. Gen yang terjadi
kelainan menyebabkan tidak normalnya fungsi protein, juga berkaitan dengan
mekanisme timbulnya penyakit. Protein merupakan senyawa organik kompleks yang
menghubungkan monomer-monomer dan dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.
Protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, ada juga sulpur dan
Forfor. Protein terlibat dalam sistem kekebalan yaitu sebagai antibodi, sistem
rendas dengan hormon, komponen penyimpanan dalam biji, dan transportasi hara.
Genom
merupakan keseluruhan bahan genetik yang membawa informarr penting ke. hidupan.
Genom mencakup semua informasi genetik yang dibawa DNA, Virus juga me. miliki
genom dalam bentuk RNA, namun hanya pada beberapa virus. Hans Walker pa. da
1920 memperkenalkan singkatan portmanteau dari gen dan kromosom, Genomika
merupakan kajian yan mempelajari genetik secara keseluruhan. Genetik sangat
penting dalam mengamati tanaman, yang juga berpengaruh dalam keragaman genetik.
Variasi karakter yang berbeda-beda disebabkan oleh variasi konstitusi genetik
dan interaksi berbagai genotipe dengan lingkungan (Halder et al., 2020).
Refrensi:
Baktir,
A., Purkan, P., Puspaningsih, N.N.T., Sumarsih, S., Hadi, S., Rohman, A., and
Khairunnisa, F. 2023. Buku Ajar Gen, Mekanisme Ekspresi, dan Regulasinya.
Surabaya: Airlangga University Press.
Halder,
S., Saha, K., Ghosh, s., and Hasan, M. 2020. Qualitative and Quantitative
Characterization of Off Season Mango Cultivars in Some Districts of West
Bengal. Journal of Crop and Weed, 16(2), 147-154.