RESUME ASPEK-ASPEK MOLUKULER PEMBELAHAN SEL DAN REPLIKASI DNA

 

Nama              : Cindy Farera Claudia

NPM                : 21025010226

Kelas               : C025

Mata Kuliah    : Biologi Molukuler

 

ASPEK-ASPEK MOLUKULER PEMBELAHAN SEL DAN REPLIKASI DNA

 

Pembelahan sel adalah proses di mana sebuah sel membagi diri menjadi dua sel anak yang identik secara genetik. Ini adalah proses yang penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan organisme. Pembelahan sel sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan organisme, regenerasi jaringan, serta perbaikan cedera. Hal ini  juga sangat  penting dalam reproduksi aseksual pada organisme uniseluler dan dalam pembentukan gamet pada organisme multiseluler. Pembelahan sel dibagi menjadi 3 antara lain:

Contoh Gambar Proses Pembelahan Mitosis dan Meiosis

1.     Mitosis (Tidak terjadi reduksi jumlah kromosom)

Mitosis adalah proses di mana inti sel dan materi genetiknya dibagi secara merata ke dalam dua inti sel anak yang identik. Tahap-tahap mitosis meliputi prophase, metaphase, anaphase, dan telophase. Pada prophase, kromosom menjadi terlihat dan inti sel mulai hancur. Selama metaphase, kromosom berkumpul di tengah sel dan melekat pada spindle. Pada anaphase, kromosom dipisahkan menjadi dua kromatid dan ditarik ke kutub berlawanan oleh spindle. Telophase melibatkan pembentukan dua inti sel baru dan pemisahan sitoplasma, membagi sitoplasma menjadi dua sel anak.

2.     Meiosis (Terjadi reduksi Jumlah kromosom)

Pembelahan meiosis adalah proses khusus pembelahan sel yang terjadi dalam sel-sel reproduktif untuk menghasilkan sel-sel anak yang memiliki setengah jumlah kromosom dari sel induknya. Ini penting untuk reproduksi seksual dan berkontribusi pada keragaman genetik.

Pembelahan meiosis terdiri dari dua tahap utama: meiosis I dan meiosis II, masing-masing memiliki prophase I, metaphase I, anaphase I, telophase I, dan kemudian meiosis II yang menyerupai tahapan mitosis, tetapi pada sel yang sudah memiliki setengah jumlah kromosom.

3.     Amitos (Pembelahan Biner)

Pembelahan amitos adalah jenis pembelahan sel yang terjadi tanpa pembentukan spindle atau struktur serupa. Ini merupakan bentuk pembelahan sel yang sederhana dan umumnya terjadi pada organisme uniseluler seperti bakteri dan protista.

Contoh Gambar Proses Pembelahan Sel Amitos

Proses pembelahan amitos terjadi dalam beberapa tahap:

·       Replikasi DNA: DNA sel direplikasi sehingga terbentuk salinan lengkap dari genom sel.

·       Pembelahan Sitoplasma (Cytokinesis): Sitoplasma sel terbagi secara langsung, biasanya dengan adanya penebalan di tengah sel yang kemudian memisahkan dua sel anak.

·       Pembelahan Sel (Cell Division): Sel kemudian membelah menjadi dua sel anak yang identik secara genetik.

 

Replikasi DNA adalah proses di mana molekul DNA menghasilkan salinan identik dari dirinya sendiri. Ini penting untuk pewarisan genetik dan pertumbuhan dan perkembangan organisme.

Tahap-tahap Replikasi DNA:

·       Inisiasi: Proses dimulai dengan pembukaan untai ganda DNA oleh helikase, membentuk gugus garpu replikasi.

·       Elongasi: Enzim DNA polymerase menambahkan nukleotida baru ke untai baru yang sedang tumbuh, bergerak dalam arah 5' ke 3'. Replikasi semikonservatif menghasilkan dua untai baru dengan satu untai konservatif dan satu untai baru.

·       Terminasi: Proses berakhir ketika dua untai DNA terduplikasi sepenuhnya dan dipisahkan.

Enzim dan Protein yang Terlibat:

·       Helikase: Membuka heliks ganda DNA.

·       Topoisomerase: Mengurangi tegangan yang dihasilkan oleh perputaran heliks ganda selama replikasi.

·       DNA polymerase: Membuat untai baru DNA dengan menambahkan nukleotida ke untai yang tumbuh.

·       Primase: Mensintesis primer RNA ke untai DNA untuk memulai sintesis DNA oleh DNA polymerase.

·       Ligase: Menggabungkan fragmen Okazaki pada untai yang lagging menjadi satu rantai kontinu.

Proses replikasi berlangsung dalam arah 5' ke 3' karena DNA polymerase hanya dapat menambahkan nukleotida baru ke ujung 3' dari untai yang sedang tumbuh. Replikasi DNA bersifat semikonservatif, di mana setiap molekul hasil replikasi memiliki satu untai yang berasal dari molekul asal DNA dan satu untai baru.

 

Refrensi:

Fitri, S. N. (2020). Modul pembelajaran SMA biologi kelas XII: pembelahan sel.

Helyati, H., & Wardhani, S. (2020). PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI SEL. Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi, 3(2), 89-95.

Murni, D., Romlah, S., & Hodijah, N. (2016). Penerapan blended learning berbasis scaffolding untuk meningatkan kemampuan berpikir logis dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Biologi Umum. Biodidaktika: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya11(1).

Mutoharoh, A. L. (2023). ANALISIS IN SILICO VARIASI GEN PENYANDI RNA-DEPENDENT RNA POLYMERASE (RDRP) VIRUS DENGUE SEROTIPE 3 DI INDONESIA (Doctoral dissertation, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA).